Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Pangkalpinang Perluas Gerakan Pangan Murah

×

Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Pangkalpinang Perluas Gerakan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjadi perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang. Salah satu langkah yang terus dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan melibatkan Bulog dan distributor bahan pangan.

Program tersebut kembali dilaksanakan di halaman Koramil 0413-05 Taman Sari, Kamis (5/11/2026), dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok di bawah harga pasar melalui penjualan langsung oleh distributor.

admin-ajax.png

Asisten I Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan GPM merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

“Harapan kita dengan adanya GPM ini dapat meringankan beban masyarakat, terutama sekarang sudah memasuki musim hujan. Beberapa komoditas juga mengalami kenaikan harga, sehingga kegiatan ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Juhaini saat meninjau kegiatan.

Dalam GPM tersebut, Bulog menyediakan 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara distributor lainnya menawarkan sayuran, cabai, bawang, telur ayam, dan berbagai bumbu dapur.

Juhaini mengungkapkan, pelaksanaan GPM di Pangkalpinang telah mencapai 13 kali. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peta jalan pengendalian inflasi daerah 2026–2027 yang menetapkan target maksimal 24 kali pelaksanaan.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, pembiayaan APBD, serta kegiatan mandiri.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitr, menjelaskan kegiatan kali ini mengedepankan pola mandiri dengan melibatkan tiga distributor.

Meski digelar dengan fasilitas terbatas tanpa dukungan anggaran APBD maupun bantuan pihak ketiga, pemerintah tetap berupaya memastikan komoditas yang dijual merupakan kebutuhan utama masyarakat.

“Kita hanya mengundang tiga vendor yang memang komoditasnya sangat diperlukan masyarakat,” jelas Yiyi.

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, Dinas Pangan dan Pertanian juga telah berkoordinasi dengan Bulog agar menambah pasokan beras apabila persediaan awal tidak mencukupi.

“Kalau 2 ton ini habis dan masih banyak masyarakat yang membutuhkan, akan kita tambahkan lagi stoknya sebanyak 1 ton,” ungkapnya.

Pemkot Pangkalpinang juga masih menyiapkan agenda GPM lanjutan. Yiyi menyebutkan, terdapat rencana satu kali kegiatan melalui APBD Perubahan dan sekitar dua kali GPM mandiri.

Pelaksanaan berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kesiapan lokasi agar distribusi pangan murah dapat menjangkau masyarakat secara optimal.

Pemerintah berharap konsistensi pelaksanaan GPM tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.(RE)

banner nidia kcl.png