Pangkalpinang, nidianews.com – Upaya menjaga kebersihan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang dinilai tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan dan pengangkutan sampah setiap hari. Penataan kawasan serta kedisiplinan pedagang menjadi faktor penting agar kondisi pasar benar-benar bersih dan tertib.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Pasar Pagi pada dasarnya sudah ditangani melalui pembersihan rutin. Namun, kondisi pasar yang belum tertata membuat kawasan tersebut masih terlihat semrawut.
Hal itu disampaikan Fahrizal saat mendampingi Wali Kota Pangkalpinang Saparudin meninjau Pasar Pagi dalam kegiatan Gotong Royong Jumat Asri, Jumat (6/11/2026).
Fahrizal menjelaskan, petugas DLH setiap hari melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah. Bahkan, tempat sampah yang tersedia dinilai sudah cukup memadai.
Namun, persoalan muncul ketika fasilitas umum yang seharusnya mendukung kebersihan justru digunakan untuk kepentingan aktivitas perdagangan.
Salah satunya saluran drainase yang tertutup fiber dan dijadikan tempat meletakkan perlengkapan maupun barang dagangan. Kondisi tersebut menyulitkan petugas menjangkau area yang harus dibersihkan.
“Kalau sampah sebenarnya teratasi, cuma memang ini berkaitan dengan penataan. Sudah dibersihkan dan sampah kita angkut setiap siang, tetapi karena kondisi pasar belum tertata, akhirnya terlihat seperti tidak bersih-bersih,” ungkap Fahrizal.
Menurutnya, pembenahan Pasar Pagi harus dimulai dari penataan tempat berjualan, keseragaman meja pedagang hingga pengaturan area yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk berdagang.
Ia menilai, pasar yang bersih tidak hanya ditentukan oleh terbebasnya lingkungan dari sampah, tetapi juga bagaimana seluruh fasilitas dan aktivitas di dalamnya tertata dengan baik.
Selain itu, Fahrizal mengingatkan pedagang agar tidak membuang sampah maupun material lain ke saluran air karena dapat menyebabkan penyumbatan drainase.
Dalam kegiatan gotong royong tersebut, DLH mengerahkan 30 personel. Pembersihan juga didukung Dinas Pekerjaan Umum dengan dua unit dump truck, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, UPT Pasar, Satpol PP, petugas pemadam kebakaran serta unsur kecamatan dan kelurahan.
Fahrizal berharap, kegiatan Jumat Asri dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar-OPD sekaligus meningkatkan kesadaran pedagang untuk menjaga lingkungan pasar.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan pasar yang bersih tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. Penataan kawasan dan kepatuhan pedagang terhadap aturan menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.(RE)















