Bangka, nidianews.com — PT TIMAH (Persero) Tbk bersama mitra usaha melakukan pengerukan alur di Muara Air Kantung, Jelitik, Kabupaten Bangka. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar akses keluar-masuk perahu nelayan sekaligus mendukung aktivitas pertambangan yang legal di kawasan tersebut.
Kegiatan pengerukan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Penanggung Jawab Operasional dari CV Tinspire Global Ventures, Hasanudin, menjelaskan bahwa PT TIMAH menyediakan alat berat jenis PC, sementara operasionalnya dilakukan secara gotong royong bersama para penambang.
“Ini bentuk sinergi. PT TIMAH menyiapkan alat, sedangkan operasional kami lakukan bersama. Selain mendukung aktivitas tambang yang legal, ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap nelayan agar alur muara kembali lancar,” ujar Hasanudin.
Ia menambahkan, kerja sama antara perusahaan, mitra usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat normalisasi alur muara yang sebelumnya mengalami pendangkalan.
Hal serupa disampaikan Ambo, salah satu mitra usaha PT TIMAH, yang menilai pengerukan ini memberi manfaat ganda bagi nelayan dan penambang.
“Ini kerja sama yang saling mendukung. Alur nelayan jadi lancar, aktivitas penambangan juga bisa berjalan normal,” katanya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Bangka AKP Astrian Tomi, seizin Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengecekan lapangan menyusul adanya laporan masyarakat terkait aktivitas di perairan Jelitik.
“Hasil pengecekan menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan ponton di lokasi tersebut legal, berada dalam wilayah IUP PT TIMAH, diawasi oleh wastam, dan dilengkapi dokumen yang sah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terus dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan masyarakat, khususnya nelayan.
Kepolisian pun mengimbau seluruh pihak untuk tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, tidak melakukan aktivitas di luar wilayah izin usaha pertambangan, serta menjaga hak-hak masyarakat sekitar.
“Harapannya situasi tetap kondusif, aktivitas berjalan lancar, dan nelayan tidak terganggu,” pungkasnya. (*)














