Scroll untuk baca artikel
banner promo atas.png
Example floating
Example floating
1770715584014
Olahraga

Popda Pangkalpinang Resmi Ditutup, MAN 1 Juara Umum – Dispora Siapkan Talent Scouting Menuju Tingkat Provinsi

×

Popda Pangkalpinang Resmi Ditutup, MAN 1 Juara Umum – Dispora Siapkan Talent Scouting Menuju Tingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2026 resmi ditutup di Stadion Depati Amir, Jumat (24/4/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda berbakat dari jenjang SMP hingga SMA.

Penutupan diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pangkalpinang, Yansyah Tri Darmawan Putra, yang menyampaikan sambutan Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin.

admin-ajax.png

Dalam keterangannya kepada media, Yansyah mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Popda tahun ini. Ia menyebut, ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal pembinaan atlet pelajar ke jenjang lebih tinggi.

“Alhamdulillah, selama empat hari ini Popda berjalan dengan baik. Tadi juga sudah dibagikan hadiah, dan juara umum diraih oleh MAN 1, disusul juara dua dan tiga,” ujarnya.

Yansyah menegaskan, para atlet yang berprestasi tidak akan dilepas begitu saja. Dispora bersama KONI dan masing-masing cabang olahraga (cabor) akan melakukan talent scouting untuk mempersiapkan atlet menghadapi Popda tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 10 Juli mendatang.

“Anak-anak ini akan diseleksi lagi oleh talent scouting dari masing-masing cabor. Mereka yang terpilih akan mewakili Kota Pangkalpinang, bukan lagi sekolahnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembinaan akan dilakukan secara terstruktur, termasuk melalui Training Center (TC) agar performa atlet terus meningkat.

“Kami akan libatkan KONI dan cabor untuk pembinaan. Anak-anak tetap dipantau, tidak dilepas begitu saja. Bahkan yang tidak juara satu pun masih punya peluang jika secara teknik dinilai bagus,” katanya.

Menurutnya, sistem seleksi ini memungkinkan kombinasi pemain terbaik dari berbagai sekolah, sehingga kekuatan tim yang mewakili Pangkalpinang bisa lebih solid.

“Misalnya di sepak bola, mungkin juara satu bagus, tapi bisa jadi pemain bertahan terbaik ada di tim juara dua. Itu yang kita ambil. Jadi ini benar-benar seleksi untuk kepentingan daerah,” tambahnya.

Terkait target ke depan, Yansyah optimistis Pangkalpinang mampu meraih hasil terbaik di tingkat provinsi, terlebih kota ini juga akan menjadi tuan rumah.

“Kita berharap jadi yang terbaik, target kita juara umum. Mohon doa dan dukungan semua pihak, termasuk dari KONI,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Wali Kota Pangkalpinang yang dibacakan Yansyah, ditegaskan bahwa Popda merupakan bagian penting dari implementasi pembinaan olahraga pelajar yang sejalan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Popda bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga pembelajaran untuk membentuk karakter atlet, seperti sportivitas, solidaritas, dan toleransi,” bunyi sambutan tersebut.

Wali Kota juga berharap ajang ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Kepada yang berprestasi jangan cepat puas, terus berlatih. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat karena kesempatan masih terbuka di masa depan,” pesannya.

Penutupan Popda berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandai berakhirnya pesta olahraga pelajar sekaligus awal persiapan menuju kompetisi yang lebih tinggi.(RE)

error: Content is protected !!