Example floating
Example floating
IMG-20260522-WA0310
Pangkalpinang

Samri: Bantuan Pangan Bantu Ringankan Beban Warga dan Jaga Stabilitas Harga

×

Samri: Bantuan Pangan Bantu Ringankan Beban Warga dan Jaga Stabilitas Harga

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, mengatakan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng di Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, merupakan penyaluran terakhir untuk alokasi Februari dan Maret 2026 di Kota Pangkalpinang.

Menurut Samri, setiap penerima bantuan mendapatkan beras sebanyak 20 kilogram untuk alokasi dua bulan serta minyak goreng sebanyak empat liter.

admin-ajax.png

“Untuk Kecamatan Rangkui ini merupakan pembagian terakhir. Alhamdulillah, seluruh rangkaian penyaluran bantuan pangan berjalan lancar. Bantuan yang diterima masyarakat merupakan alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng,” kata Samri usai kegiatan penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Keramat, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, khusus di Kelurahan Keramat terdapat sekitar 804 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 16 ton beras dan 3.216 liter minyak goreng.

“Untuk Kelurahan Keramat, penerimanya sekitar 804 orang. Beras yang disalurkan kurang lebih 16 ton dan minyak goreng sekitar 3.216 liter,” ujarnya.

Sementara itu, untuk seluruh wilayah Kecamatan Rangkui, bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 75 ton beras dan lebih dari 14 ribu liter minyak goreng kepada 3.626 penerima bantuan pangan.

Samri berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Harapan kita dengan adanya bantuan ini masyarakat terbantu secara ekonomi. Paling tidak mereka bisa menghemat pengeluaran rumah tangga sehingga kebutuhan pokok sehari-hari dapat terpenuhi dengan lebih baik,” katanya.

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, program bantuan pangan juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

“Program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi, menjaga stabilitas harga pangan, serta membantu pengendalian pasar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Samri menjelaskan bahwa Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang terus menjalankan berbagai program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat maupun daerah.

Menurutnya, program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga menyentuh sektor produksi hingga pengolahan hasil pertanian.

“Program utama kami adalah ketahanan pangan. Dari sisi hulu, kami menghidupkan kelompok tani dan kelompok wanita tani melalui berbagai bantuan budidaya pertanian, terutama untuk lahan kering. Sedangkan dari sisi hilir, kami juga mendorong pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Ia mencontohkan, Dinas Pangan dan Pertanian saat ini turut mendorong pengembangan produk olahan berbahan baku lokal, termasuk komoditas nanas yang banyak dibudidayakan masyarakat.

Untuk pengembangan pertanian lahan kering, Samri mengatakan pihaknya fokus pada budidaya tanaman hortikultura seperti jagung, kacang panjang, sayur-sayuran, serta pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

“Lahan kering yang kami kembangkan antara lain untuk tanaman jagung, kacang panjang, sayur-sayuran dan berbagai tanaman hortikultura lainnya. Selain itu, pemanfaatan lahan pekarangan juga terus kami dorong agar masyarakat dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri,” pungkasnya.(RE)

Desain tanpa judul.png