Scroll untuk baca artikel
banner promo atas.png
Example floating
Example floating
Banner 2
Parlemen

Reses di Panti Asuhan Adh Dhuhaa, Dody Kusdian Soroti Pendidikan, BPJS hingga Peluang Kerja ke Luar Negeri

×

Reses di Panti Asuhan Adh Dhuhaa, Dody Kusdian Soroti Pendidikan, BPJS hingga Peluang Kerja ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fraksi PKS, Dody Kusdian menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Sidang II 2026 di Panti Asuhan Adh Dhuhaa, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dody Kusdian menyerap berbagai aspirasi masyarakat dengan menghadirkan para Ketua RT dan RW yang dinilai menjadi pihak paling memahami persoalan warga di lingkungan masing-masing.

admin-ajax.png

“Yang kita undang adalah RT dan RW. Mereka pemangku kepentingan di masyarakat yang tentu bersentuhan langsung dengan warga dan mengetahui berbagai problem yang ada,” ujar Dody.

Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam reses tersebut, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Di bidang pendidikan, Dody menyoroti persoalan penerimaan murid baru yang menurutnya masih menyisakan banyak persoalan yang perlu diselesaikan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sementara di sektor kesehatan, banyak warga menyampaikan keluhan terkait BPJS yang tidak aktif. Menurut Dody, masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas dari dinas terkait mengenai prosedur pengaktifan kembali layanan BPJS tersebut.

“Harapannya nanti ada penjelasan dari dinas terkait agar masyarakat memahami bagaimana cara mengaktifkan kembali BPJS mereka,” katanya.

Selain itu, persoalan bantuan sosial dan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) juga menjadi perhatian. Dody menilai masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Di sektor ekonomi, ia menyoroti banyaknya pelaku UMKM di Pangkalpinang yang membutuhkan dukungan, baik berupa bantuan modal usaha, pendampingan, hingga sertifikasi produk.

Tak hanya itu, Dody juga menaruh perhatian besar terhadap peluang kerja bagi generasi muda Bangka Belitung, khususnya melalui program kerja ke luar negeri secara resmi antar pemerintah (G-to-G).

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah pusat telah menjalin kerja sama resmi dengan sejumlah negara seperti Jerman, Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat untuk membuka peluang kerja bagi anak muda Indonesia.

“Ini supaya anak-anak muda Bangka Belitung tidak tertipu agen ilegal saat ingin bekerja ke luar negeri. Karena program ini resmi pemerintah dengan pemerintah,” jelasnya.

Menurutnya, peluang tersebut sangat menjanjikan karena selain memperoleh penghasilan yang baik, para pekerja juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja di negara tujuan.

Dody menilai Bangka Belitung masih tertinggal dibanding sejumlah daerah lain dalam memanfaatkan peluang tersebut.

“Kalau daerah seperti DIY itu sudah dua tahun mengirim tenaga kerja ke Jerman. Kita di Bangka Belitung masih agak lambat mengakomodasi peluang ini,” ungkapnya.

Usai kegiatan di Panti Asuhan Ad Dhuha, Dody melanjutkan agenda reses ke wilayah Kerabut untuk kembali menyerap aspirasi masyarakat.

“Setelah ini kita ke Kerabut. Untuk masyarakat dan simpatisan yang kemarin memilih kita tentu kita utamakan dulu untuk kita advokasi kepentingan-kepentingannya,” tutupnya.(RE)

error: Content is protected !!