Example floating
Example floating
Desain tanpa judul.png
banner 3
Pangkalpinang

INKINDO Tegaskan Konsultan Juga Bisa Terjerat Hukum Jika Lalai dalam Pengawasan Proyek

×

INKINDO Tegaskan Konsultan Juga Bisa Terjerat Hukum Jika Lalai dalam Pengawasan Proyek

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Erie Heryadi, menegaskan bahwa peran konsultan sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan pelaksanaan proyek.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) V Dewan Pengurus Provinsi INKINDO Kepulauan Bangka Belitung yang digelar di Hotel Grand Safran Pangkalpinang, Sabtu (20/6/2026).

admin-ajax.png

Menurut Erie, masih banyak masyarakat yang menganggap konsultan hanya bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur. Padahal, jasa konsultan juga dibutuhkan di sektor keuangan, pertanian, lingkungan hidup, hingga berbagai bidang pembangunan lainnya.

“Peran konsultan itu dari hulu sampai hilir. Hampir semua pembangunan membutuhkan jasa konsultan. Di sektor konstruksi misalnya, mulai dari perencanaan, pengawasan, commissioning, hingga tahapan lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan konsultan tidak hanya menjadi pendukung pembangunan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar terhadap kualitas dan keberhasilan suatu proyek. Karena itu, konsultan juga tidak luput dari konsekuensi hukum apabila ditemukan kesalahan dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

“Banyak anggota INKINDO yang terjerat masalah hukum karena pekerjaan yang tidak sesuai. Dalam sebuah proyek, perencanaan dan pengawasan itu peran konsultan. Jika kontraktor melakukan kesalahan dan pengawasannya tidak berjalan baik, maka konsultan juga bisa ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

Terkait perkembangan dunia konsultansi di Bangka Belitung, Erie menilai potensi daerah ini masih cukup besar meskipun pertumbuhannya belum secepat daerah lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah keterbatasan anggaran pembangunan daerah.

Namun demikian, ia melihat peluang pasar bagi konsultan di Bangka Belitung masih terbuka luas melalui proyek-proyek yang bersumber dari APBN maupun kerja sama lintas daerah.

“Konsultan di Bangka Belitung memang belum berkembang pesat, salah satunya karena keterbatasan APBD. Tetapi peluang dari proyek-proyek APBN cukup besar. Selain itu, daerah tetangga seperti Sumatera Selatan, Lampung, dan Riau juga bisa menjadi market bagi anggota INKINDO Babel,” katanya.

Pada momentum usia ke-47 tahun INKINDO, Erie berharap seluruh anggota semakin meningkatkan profesionalisme, etika, dan integritas dalam menjalankan profesinya.

“Harapan kami, para konsultan semakin profesional, semakin beretika, dan semakin berintegritas. Dengan integritas yang kuat, berbagai persoalan hukum dapat dihindari dan kualitas pembangunan juga akan semakin baik,” ujarnya.

Ia juga menitipkan harapan besar kepada kepengurusan baru INKINDO Bangka Belitung yang akan terpilih melalui Musprov V. Menurutnya, penguatan jaringan dan sinergi dengan pengurus INKINDO di provinsi lain menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing konsultan daerah.

“Kami berharap INKINDO Babel semakin maju, semakin kuat, dan lebih sejahtera. Karena itu sinergi dengan INKINDO di provinsi lain harus terus diperkuat, baik dengan Sumsel, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat maupun daerah lainnya,” katanya.

Erie optimistis siapa pun yang terpilih sebagai Ketua DPP INKINDO Babel nantinya mampu melanjutkan program dan perjuangan kepengurusan sebelumnya demi kemajuan organisasi dan para konsultan di Negeri Serumpun Sebalai.

“Siapapun yang terpilih nanti, saya yakin akan membawa INKINDO Babel menjadi lebih baik karena mereka merupakan kader-kader terbaik yang siap melanjutkan perjuangan organisasi,” pungkasnya.(RE)