Example floating
Example floating
Baru.png
banner 3
Pangkalpinang

Kementerian PU Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Pengendalian Banjir Pangkalpinang, Fokus Normalisasi Sungai Rangkui

×

Kementerian PU Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Pengendalian Banjir Pangkalpinang, Fokus Normalisasi Sungai Rangkui

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kembali melanjutkan program pengendalian banjir di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada 2026, anggaran sekitar Rp4 miliar dialokasikan untuk pembangunan tanggul dan normalisasi alur Sungai Rangkui sebagai bagian dari penanganan banjir yang telah dirancang secara bertahap.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bangka Belitung, Agus Saputra, mengatakan proyek tersebut merupakan kelanjutan dari master plan pengendalian banjir Kota Pangkalpinang yang disusun sejak 2022 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang.

admin-ajax.png

“Penanganan banjir di Pangkalpinang dilakukan secara bertahap. Setelah pekerjaan tahap awal di kawasan Sungai Pedindang pada 2023, tahun ini kami melanjutkan pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Rangkui dengan anggaran sekitar Rp4 miliar,” kata Agus dalam sosialisasi pelaksanaan proyek di Kantor camat Tamansari Pangkalpinang.Selasa (7/7/2026)

Menurut Agus, Pangkalpinang merupakan salah satu kota yang menghadapi tantangan banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi dan banjir rob. Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari kawasan hulu hingga hilir.

Pada tahap 2026, Kementerian PU memprioritaskan tiga lokasi. Pertama, perbaikan tanggul yang rusak di kawasan bawah pintu air Kolong Kacang Pedang untuk mengurangi limpasan air sungai ke permukiman warga. Kedua, rehabilitasi pintu air di kawasan Pasar Trem guna mengoptimalkan pengaturan debit air saat musim hujan maupun ketika air laut pasang. Ketiga, peninggian tanggul dan pemasangan pintu klep di kawasan Kampung Opas yang selama ini menjadi salah satu titik terdampak banjir rob.

Agus menegaskan, proyek tersebut belum ditujukan untuk menghilangkan banjir secara total, melainkan mengurangi risiko dan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Target kami adalah menekan genangan, mengurangi limpasan air ke permukiman, serta melindungi infrastruktur yang selama ini terdampak banjir dan rob,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas. Namun, apabila pelaksanaan proyek tahun ini berjalan baik, peluang memperoleh tambahan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun-tahun mendatang akan semakin besar.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Keberhasilan proyek ini akan menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah pusat untuk melanjutkan program pengendalian banjir di Pangkalpinang,” katanya.

Ke depan, BWS Bangka Belitung menargetkan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, termasuk peninggian tanggul eksisting, penggantian pintu air yang telah menurun fungsinya, hingga normalisasi sedimentasi sungai sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

Pelaksanaan pekerjaan akan dikoordinasikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai Teguh Prasetyo, dengan dukungan kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi yang ditunjuk oleh BWS Bangka Belitung.(RE)