Pangkalpinang, nidianews.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan 20 calon pekerja migran untuk ditempatkan di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah melalui program pelatihan intensif yang didukung pemerintah pusat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan seluruh peserta diwajibkan mengikuti pelatihan selama empat bulan dengan sistem in house atau diasramakan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
“Selama empat bulan mereka menjalani pelatihan dengan sistem in house atau diasramakan,” kata Amrah.
Ia menjelaskan, selama masa pelatihan para peserta mendapatkan pembinaan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan keterampilan kerja, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, hingga pembekalan mengenai budaya, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat di negara tujuan.
Menurut Amrah, keberangkatan 20 calon pekerja migran tersebut menjadi angkatan pertama sekaligus percontohan (role model) program penyiapan tenaga kerja migran asal Kota Pangkalpinang.
“Mereka merupakan peserta yang lolos seleksi dari berbagai program pelatihan yang sebelumnya telah dilaksanakan Disnaker Pangkalpinang, termasuk pelatihan barista,” ujarnya.
Ia mengungkapkan minat masyarakat mengikuti program tersebut cukup tinggi. Namun, pada tahap awal pemerintah hanya menyediakan kuota sebanyak 20 orang.
“Jika program ini berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan kuotanya akan ditambah pada angkatan berikutnya,” katanya.
Amrah menegaskan seluruh biaya pelatihan hingga proses penempatan ditanggung oleh pemerintah pusat sehingga peserta tidak dipungut biaya.
Meski demikian, peserta tetap diwajibkan menanggung kebutuhan administrasi pribadi, seperti pemeriksaan kesehatan dan pengurusan dokumen keimigrasian, termasuk visa.
Ia menambahkan, Pangkalpinang sebelumnya telah memiliki tiga pekerja migran yang bekerja sebagai barista di luar negeri. Ketiganya bahkan telah beberapa kali memperoleh perpanjangan kontrak kerja.
“Keberhasilan mereka menjadi modal sekaligus bukti bahwa tenaga kerja asal Pangkalpinang memiliki daya saing. Kami berharap program ini dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui penempatan pekerja migran yang prosedural dan berkualitas,” ujar Amrah.(AS)












