Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

SMK Go Global Bidik 500 Ribu Peserta, BP3MI Pastikan Pelatihan Terhubung dengan Lowongan Kerja

×

SMK Go Global Bidik 500 Ribu Peserta, BP3MI Pastikan Pelatihan Terhubung dengan Lowongan Kerja

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan terus mempercepat pelaksanaan program SMK Go Global sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Kepala BP3MI Bangka Belitung Waydinsyah mengatakan, program tersebut merupakan program direktif Presiden dan Wakil Presiden yang ditujukan untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pelatihan kerja berorientasi kebutuhan industri dan pasar kerja luar negeri.

admin-ajax.png

Menurut dia, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 500.000 peserta sepanjang 2026 hingga 2029.

“Program ini memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi agar memiliki kesempatan bekerja di luar negeri,” kata Waydinsyah, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Pangkalpinang Amrah Sakti.

Waydinsyah menegaskan, kendati menggunakan branding SMK Go Global, program tersebut tidak secara eksklusif diperuntukkan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Kesempatan mengikuti pelatihan juga terbuka bagi lulusan perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.

“SMK Go Global ini branding programnya. Jadi tidak hanya lulusan SMK yang boleh mengikuti pelatihan. Masyarakat umum maupun lulusan universitas juga memiliki kesempatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program saat ini memasuki batch pertama dan akan dilanjutkan dengan beberapa batch berikutnya hingga akhir periode pelaksanaan.

Untuk batch kedua, secara nasional tersedia sekitar 40.000 kuota yang didistribusikan ke 23 balai di 23 provinsi.

Khusus wilayah kerja BP3MI Sumatera Selatan, tersedia kuota sebanyak 540 peserta. Kuota tersebut kemudian disebarkan melalui 11 lembaga pelatihan dengan melibatkan kolaborasi bersama dinas tenaga kerja di daerah.

“Saat ini sudah ada sekitar 300 peserta yang mengikuti pelatihan. Mereka terbagi dalam lima kelas di tiga provinsi,” jelas Waydinsyah.

Dengan progres tersebut, Waydinsyah optimistis seluruh kuota program di wilayah kerjanya dapat terserap hingga akhir 2026.

“Kami optimistis penyerapannya bisa mencapai 100 persen sampai akhir tahun,” katanya.

Salah satu hal yang membedakan program ini, kata Waydinsyah, adalah penerapan sistem boarding atau asrama.

Peserta diwajibkan fokus mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan menetap di lokasi yang telah disiapkan selama masa pendidikan.

Fasilitas pelatihan didukung melalui kerja sama antarlembaga pemerintah maupun dengan perguruan tinggi swasta melalui skema yang telah ditetapkan.

“Peserta wajib fokus penuh dan menetap di tempat pelatihan. Infrastruktur juga sudah difasilitasi, baik melalui kerja sama antarsesama instansi pemerintah maupun universitas swasta,” ujarnya.

Lebih jauh, Waydinsyah menekankan bahwa orientasi program bukan sekadar memberikan sertifikat atau keterampilan kepada peserta.

Pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata dunia kerja sehingga peserta yang telah memiliki kompetensi diharapkan dapat langsung terserap.

“Tujuannya bukan hanya sekadar melatih, tetapi memang untuk ditempatkan di tempat kerja,” tegasnya.

Bahkan, BP3MI telah memiliki job order dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dari peserta pelatihan tersebut.

“Perlu digarisbawahi, kami sudah ada job order dan sudah ada perusahaan yang akan merekrut. Kami yang melatih sesuai kebutuhan mereka,” kata Waydinsyah.

Dengan pola tersebut, program SMK Go Global diharapkan tidak hanya menjadi program peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi salah satu jalur konkret untuk mempertemukan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dengan kebutuhan perusahaan di luar negeri.(AS)*

banner nidia kcl.png