Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Politik & Parlemen

Musim Kemarau Bikin Warga Air Itam Resah, Air Bersih Jadi Sorotan Reses Hardi Efendi

×

Musim Kemarau Bikin Warga Air Itam Resah, Air Bersih Jadi Sorotan Reses Hardi Efendi

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Ketika musim kemarau datang, persoalan air bersih kembali menghantui warga Air Itam Raya dan Sinar Bulan, Kota Pangkalpinang. Ketersediaan air dan kondisi saluran menjadi keluhan utama yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hardi Efendi.

Aspirasi tersebut mencuat dalam kegiatan reses Masa Sidang III Tahun Sidang II 2026 yang digelar Hardi Efendi di Warkop Mang Kalok, Air Itam, Minggu (13/9/2026).

admin-ajax.png

Hardi yang merupakan anggota DPRD Babel dari Fraksi Gerindra sekaligus duduk di Komisi IV mengatakan, persoalan air menjadi salah satu hal penting yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut.

“Keluh dan kesah daripada masyarakat Sinar Bulan terkait air mandi. Musim kemarau ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Hardi.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan langkah konkret, terutama berkaitan dengan keberadaan serta fungsi saluran air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Hardi menyatakan akan mendorong adanya perbaikan saluran air sehingga kebutuhan masyarakat dapat lebih terjamin, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Insyaallah kita mencoba mendorong untuk dilakukan perbaikan saluran air agar semua masyarakat bisa menikmati, apalagi di musim kemarau ini,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan sumber air yang masih dapat dimanfaatkan masyarakat harus didukung dengan infrastruktur saluran yang memadai. Tanpa perbaikan, potensi sumber air tersebut belum tentu mampu menjawab kebutuhan warga secara maksimal.

Selain air bersih, Hardi juga menerima aspirasi terkait dampak penertiban pedagang di Pasar Air Itam oleh Satpol PP. Ia memahami penertiban dilakukan pemerintah sebagai bagian dari upaya penataan kawasan dan mengatasi penyempitan jalur lalu lintas.

Namun, Hardi mengakui kebijakan tersebut turut berdampak terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

“Kami dari pemerintah provinsi sekiranya meminta maaf kepada para saudara-saudari kita yang berdagang di Pasar Air Itam, yang terdampak daripada penertiban itu sendiri,” katanya.

Hardi menegaskan, reses bukan sekadar agenda bertemu masyarakat, tetapi menjadi ruang untuk menangkap langsung persoalan yang terjadi di lapangan. Terlebih, Komisi IV DPRD Babel membidangi sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, tenaga kerja serta pemberdayaan perempuan dan anak.

Karena itu, aspirasi warga Air Itam dan Sinar Bulan mengenai air bersih dan saluran air akan menjadi bahan yang dibawa dalam pembahasan lebih lanjut. Harapannya, keluhan yang muncul setiap musim kemarau tidak terus berulang tanpa solusi yang permanen.(RE) 

banner nidia kcl.png