Karier organisasinya terus meningkat hingga akhirnya pada tahun 2026 ditetapkan sebagai Penjabat Ketua Umum DPP PBB melalui keputusan Musyawarah Dewan Partai. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus persiapan menuju Muktamar VII.
Dalam berbagai kesempatan, Yuri kerap menekankan pentingnya pembaruan organisasi politik agar lebih terbuka, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Hubungan Yuri dengan Bangka Belitung tidak hanya didasarkan pada ikatan keluarga dan asal-usul, tetapi juga melalui keterlibatannya secara langsung dalam berbagai kontestasi politik di daerah.
Pada Pilkada Belitung Timur 2020, Yuri maju sebagai calon bupati. Selanjutnya, pada Pilkada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2024, ia menjadi calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Erzaldi Rosman Djohan.
Selain itu, Yuri juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung pada Pemilu 2024. Berbagai langkah tersebut menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi terhadap pembangunan Bangka Belitung sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat nasional.
Dalam berbagai gagasan politiknya, Yuri menaruh perhatian pada penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, sektor kelautan, pariwisata, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sebagai advokat yang kemudian berkiprah di dunia politik, Yuri dikenal mengedepankan pendekatan berbasis hukum dalam menyikapi berbagai persoalan publik.
Ia kerap menyampaikan pentingnya supremasi hukum, transparansi pemerintahan, penguatan kelembagaan politik, serta regenerasi kepemimpinan sebagai fondasi menuju pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Di sisi lain, Yuri juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung.














