Scroll untuk baca artikel
banner promo atas.png
Example floating
Example floating
1770715584014
Pangkalpinang

DLH Pangkalpinang Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah, Gotong Royong Jadi Penguat

×

DLH Pangkalpinang Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah, Gotong Royong Jadi Penguat

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com-Upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Pangkalpinang kini tak hanya bertumpu pada kegiatan gotong royong, tetapi mulai diarahkan pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, menegaskan bahwa kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi kunci utama dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung program kebersihan kota secara berkelanjutan.

admin-ajax.png

“Gerakan kita sekarang bukan sekadar tidak membuang sampah sembarangan, tetapi bagaimana memilah sampah sejak dari rumah. Sehingga yang dibuang hanya sampah residu,” ujar Suharto, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus mendukung program nasional seperti “Indonesia Asri” dan “Pangkalpinang Bersih”.

Sebagai penguat gerakan tersebut, DLH tetap menjalankan kegiatan gotong royong rutin dua kali dalam sepekan. Pada hari Selasa, kegiatan difokuskan di lingkungan kerja masing-masing, mulai dari kantor pemerintahan, sekolah, hingga kawasan usaha dan permukiman warga.

Sementara itu, gotong royong pada hari Jumat diarahkan ke titik-titik yang selama ini menjadi sumber persoalan sampah, seperti kawasan pasar dan sejumlah wilayah padat aktivitas.

“Beberapa lokasi seperti Pasar Induk, Pasar Pagi, Pasar Rumput, Pasar Pa’ Lalang hingga kawasan Jembatan Gantung masih memiliki volume sampah yang cukup tinggi, sehingga perlu penanganan rutin,” jelasnya.

DLH juga tengah berupaya mengoptimalkan kembali fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), salah satunya di Kelurahan Gedung Nasional yang sebelumnya sempat tidak aktif.

Revitalisasi TPS 3R ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sehingga volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan.

“Ke depan TPS 3R ini akan dilengkapi sarana dan prasarana agar pengelolaannya lebih maksimal dan bisa berjalan bertahap,” tambah Suharto.

Ia menilai, keberhasilan program kebersihan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mengubah kebiasaan sehari-hari.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, DLH optimistis kesadaran kolektif warga akan meningkat, sehingga Pangkalpinang dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.(*)

error: Content is protected !!