Bangka Tengah, nidianews.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah dengan menghadiri Rapat Komite Intelijen Daerah (KOMINDA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diselenggarakan di VIP Room Koba Bangka City Hotel, Rabu (24/6).
Rapat dipimpin oleh Kepala Badan Intelijen Daerah (BINDA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Han Wisnu Wardoyo, selaku Ketua KOMINDA, didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Burhanuddin, selaku Sekretaris KOMINDA. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk membahas berbagai isu strategis yang berpotensi memengaruhi kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Rapat KOMINDA turut dihadiri oleh unsur BINDA, Kejaksaan Tinggi, Polda Kepulauan Bangka Belitung, Korem 045/Garuda Jaya, Bea Cukai, TNI AL, TNI AU, BAIS TNI, Densus 88 AT, BNNP, Direktorat Jenderal Pajak, serta berbagai instansi strategis lainnya. Setiap peserta menyampaikan informasi dan perkembangan sesuai tugas dan fungsi masing-masing sebagai bahan analisis bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam rapat meliputi dinamika keamanan nasional dan daerah, di antaranya aksi unjuk rasa, aktivitas pertambangan, penyelundupan, distribusi bahan bakar minyak, ketahanan energi, hingga perkembangan situasi strategis lainnya yang memerlukan pengawasan serta koordinasi antarinstansi.
Dalam kesempatan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dilaksanakan di bidang keimigrasian. Salah satunya adalah pelayanan dan pengawasan terhadap operasional penerbangan internasional rute Tanjungpandan–Singapura yang telah beroperasi sejak 3 Mei 2026. Hingga saat ini, pelayanan keimigrasian di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin berjalan dengan baik, didukung pengawasan yang optimal terhadap lalu lintas orang yang masuk dan keluar wilayah Indonesia.
Selain itu, Imigrasi juga menyampaikan pelaksanaan pengawasan orang asing yang dilakukan secara terbuka maupun tertutup di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), yang pada hari yang sama juga tengah melaksanakan Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas instansi.
Di bidang pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Kanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung terus mengoptimalkan fungsi intelijen keimigrasian melalui kegiatan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Langkah tersebut dilakukan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan TPPO, termasuk penelusuran informasi kepada keluarga maupun lingkungan terkait sebagai bagian dari upaya mendukung proses penegakan hukum dan pencegahan tindak pidana lintas negara.
Selain memperkuat pengawasan, Imigrasi juga terus mengedepankan langkah preventif melalui pembentukan Desa Binaan Imigrasi dan Program Imigrasi Menyapa Masyarakat (PIMPASA). Kedua program tersebut menjadi sarana edukasi dan kolaborasi dengan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hukum keimigrasian serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian di daerah.
Melalui keikutsertaan dalam forum KOMINDA, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi, pertukaran informasi, serta sinergi intelijen dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengawasan keimigrasian yang efektif, adaptif, dan mampu mendukung terciptanya keamanan serta pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(*)














