Example floating
Example floating
IMG-20260522-WA0310
Pangkalpinang

Libatkan 1.000 Perempuan, Wali Kota Saparudin Dorong Kesadaran Kesehatan Reproduksi dan Cegah Stunting Sejak Dini

×

Libatkan 1.000 Perempuan, Wali Kota Saparudin Dorong Kesadaran Kesehatan Reproduksi dan Cegah Stunting Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin secara resmi membuka Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Perempuan Internasional Tahun 2026 yang digelar di Bangka City Hotel, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 perempuan dari berbagai kalangan usia tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Penjabat Sekretaris Daerah, seluruh kepala dinas dan badan, Direktur RSUD Depati Hamzah, jajaran Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta para camat se-Kota Pangkalpinang.

admin-ajax.png

Dalam sambutannya, Saparudin mengapresiasi tingginya antusiasme kaum perempuan untuk mengikuti edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Menurutnya, seminar ini sengaja dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok usia perempuan, mulai dari generasi muda hingga lanjut usia.

“Pada pagi hari ini kita sengaja membuat acara yang melibatkan 1.000 perempuan di Kota Pangkalpinang. Mulai dari generasi muda, generasi sedang, sampai yang tua. Tadi saya lihat ada nenek-nenek yang mungkin usianya sudah 70-an tahun. Ini menunjukkan bahwa edukasi tentang kesehatan reproduksi memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Saparudin juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, khususnya dr. Karolin dari IMC Healthcare yang merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus subspesialis fertilitas. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan mengenai kesehatan perempuan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan menggali informasi sebanyak-banyaknya. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat penting bagi perempuan di semua usia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Saparudin menegaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi lebih penting lagi adalah upaya pencegahan melalui edukasi dan pola hidup sehat.

“Hari ini kita berseminar dalam rangka meningkatkan pemahaman bahwa kesehatan reproduksi harus dijaga. Bukan hanya diobati ketika sakit, tetapi dicegah sejak dini agar ibu-ibu sehat, anak-anak sehat, dan keluarga menjadi lebih sejahtera,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesehatan mental sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan reproduksi, terutama dalam menghadapi proses kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak.

Menurutnya, edukasi kesehatan perempuan memiliki kaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pencegahan stunting di Kota Pangkalpinang.

“Saya sempat berdiskusi mengapa masih ada stunting di Pangkalpinang, padahal daerah kita kaya akan sumber protein seperti ikan. Karena itu, edukasi kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan mental harus terus diperkuat agar lahir generasi yang sehat dan berkualitas,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi semakin meningkat sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat, kuat, dan sejahtera.(RE)

error: Content is protected !!