Pangkalpinang, nidianews.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjajaki peluang kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kunjungan yang dipimpin Ketua SMSI Bangka Belitung, Bardian, bersama jajaran pengurus diterima langsung oleh Koordinator Program Bangka Belitung Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Niko Kamal.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas berbagai program strategis yang berpotensi disinergikan, mulai dari edukasi lingkungan, publikasi program konservasi, hingga kegiatan bersama yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Ketua SMSI Bangka Belitung, Bardian, mengatakan media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“SMSI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi perusahaan media, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mengedukasi masyarakat. Kami melihat YKAN memiliki banyak program strategis yang perlu diketahui publik. Karena itu, kami berharap terjalin kerja sama dalam penyebarluasan informasi, edukasi lingkungan, hingga kegiatan bersama yang berdampak positif bagi kelestarian alam di Bangka Belitung,” ujar Bardian.
Menurutnya, Bangka Belitung memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaganya.
“Media dapat menjadi jembatan antara program konservasi dengan masyarakat. Kami siap mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan menjaga ekosistem darat maupun laut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan yang akan datang,” tambahnya.
Selain membahas penguatan publikasi program konservasi, dalam pertemuan tersebut juga mengemuka peluang kolaborasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan, termasuk penanaman mangrove di sejumlah wilayah pesisir Bangka Belitung. Program tersebut dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sementara itu, Koordinator Program Bangka Belitung Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Niko Kamal, menyambut baik kunjungan SMSI Bangka Belitung dan mengapresiasi komitmen insan media untuk terlibat dalam berbagai isu konservasi.
“Kami percaya keberhasilan program konservasi tidak hanya bergantung pada kerja lembaga konservasi atau pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan media dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun pemahaman publik, dan menginspirasi partisipasi masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik inisiatif SMSI untuk membangun kolaborasi ini,” kata Niko.
Ia menjelaskan, YKAN saat ini menjalankan berbagai program konservasi di Bangka Belitung, di antaranya pengelolaan ekosistem pesisir dan laut, perlindungan keanekaragaman hayati, rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, serta penguatan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih erat. Melalui kolaborasi dengan SMSI, informasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dapat menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga lingkungan di Bangka Belitung,” tutup Niko.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi fondasi awal kerja sama antara SMSI Bangka Belitung dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan melalui edukasi, publikasi, kampanye bersama, serta aksi nyata seperti penanaman mangrove, demi mewujudkan Bangka Belitung yang lestari, tangguh, dan berkelanjutan.(*)














