Pangkalpinang, nidianews.com – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan Lebaran di Aula Mapolresta Pangkalpinang, Rabu (11/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut diikuti berbagai instansi terkait, seperti Angkasa Pura, PLN, PT Pertamina, Jasa Raharja, Kantor Syahbandar, Otoritas Pelabuhan, serta sejumlah instansi lainnya yang memiliki peran penting dalam kelancaran arus mudik dan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Saparudin mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Pangkalpinang beserta jajaran yang dinilai berhasil menjaga kondisi keamanan kota tetap kondusif selama bulan Ramadan.
“Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolresta yang selalu membersamai masyarakat. Sampai dengan hari ini situasi di lapangan cukup kondusif, dan selama 20 hari Ramadan ini kejadian yang menonjol sangat sedikit,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut laporan yang masuk kepadanya selama Ramadan relatif minim. Sebaliknya, pesan yang diterimanya justru lebih banyak berisi permintaan Tunjangan Hari Raya (THR).
“Biasanya kalau ada kejadian masyarakat langsung WA ke saya. Tapi Ramadan ini justru yang banyak WA itu minta THR,” katanya sambil tersenyum, yang langsung disambut tawa peserta rapat.
Saparudin juga menyoroti fenomena menarik terkait arus mudik masyarakat Pangkalpinang. Menurutnya, berbeda dengan daerah lain, banyak warga Pangkalpinang yang justru melakukan perjalanan mudik ke kota besar, seperti Palembang.
“Kalau di tempat lain arus mudiknya dari kota besar ke kota kecil. Tapi di sini agak berbeda, banyak warga Pangkalpinang mudik ke Palembang. Jadi arusnya dari kota kecil ke kota besar,” jelasnya.

Meski demikian, ia memperkirakan arus tersebut akan berbalik setelah Idul Fitri, ketika warga kembali ke Pangkalpinang.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Lebaran dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita berharap pelayanan kepada masyarakat harus humanis. Masyarakat harus merasa nyaman, baik saat melakukan perjalanan mudik, melaksanakan salat Idul Fitri, maupun saat bersilaturahmi dengan keluarga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan rencana pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini yang akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
Menurutnya, keputusan itu diambil karena banyak masyarakat yang merindukan pelaksanaan salat Id di lapangan terbuka seperti pada masa lalu.
“Salat Id akan dilaksanakan di Alun-Alun Taman Merdeka. Sementara Masjid Kubah tetap digunakan, terutama untuk jamaah perempuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan skenario alternatif jika cuaca tidak mendukung, termasuk memanfaatkan Masjid Kubah maupun masjid-masjid lain di sekitar lokasi.
Saparudin berharap seluruh rangkaian ibadah Ramadan hingga perayaan Idul Fitri di Kota Pangkalpinang dapat berjalan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. (RE)

















