Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
1770715584014
Pangkalpinang

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Kolaborasi dan Edukasi untuk Kendalikan Penyakit ATM

×

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Kolaborasi dan Edukasi untuk Kendalikan Penyakit ATM

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengendalian penyakit ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) di Kota Pangkalpinang. Hal ini disampaikannya usai menghadiri audiensi dan silaturahmi dengan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam rangka penguatan dan pelaksanaan Program Resilient and Sustainable System for Health (RSSH) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (2/4/2026), dan turut didampingi Kepala Bapperida, Kepala Disperkim, Kepala Dinas PPPAKB, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

admin-ajax.png

Dessy menjelaskan, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan ADINKES wilayah Bangka Belitung, khususnya bersama Koordinator Program RSSH, Supriyatin, beserta jajaran.

“Pertemuan hari ini adalah audiensi dengan Program Koordinator RSSH dari ADINKES wilayah Bangka Belitung, Pak Supriyatin dan jajarannya. Kita memiliki target nasional terkait penyakit ATM, yaitu AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, yang menjadi program prioritas nasional,” ujar Dessy.

Ia mengungkapkan, beban penyakit ATM di Indonesia masih cukup tinggi, khususnya untuk Tuberkulosis (TB) yang menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India. Kondisi ini juga tercermin di Pangkalpinang, di mana tren kasus penyakit tersebut menunjukkan peningkatan.

“Di Pangkalpinang juga trennya meningkat. Oleh karena itu, melalui audiensi dan koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh OPD, baik sektor kesehatan maupun non-kesehatan, dapat bersama-sama melakukan upaya perencanaan, pelaksanaan, pencegahan, dan pengendalian penyakit ATM,” jelasnya.

Terkait langkah strategis yang dilakukan, Dessy menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan secara rutin melaksanakan screening terhadap ketiga penyakit tersebut. Selain itu, upaya pengobatan bagi pasien juga terus ditingkatkan.

“Dinas Kesehatan rutin melakukan screening untuk penyakit-penyakit tersebut, dan alhamdulillah sudah banyak yang diobati. Kami juga menggandeng berbagai komunitas seperti KPA untuk terus melakukan edukasi, baik ke sekolah maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dessy juga menyoroti pentingnya menghapus stigma negatif di masyarakat terhadap penderita penyakit ATM. Menurutnya, stigma menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pengendalian penyakit.

“Kami mohon dukungan dari rekan-rekan media agar masyarakat memahami bahwa penderita tidak perlu dijauhi. Justru mereka perlu kita dukung. Jika mereka dikucilkan, mereka tidak akan terbuka, dan ini menyulitkan proses pengobatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kegiatan screening menjadi salah satu target utama ke depan, agar kasus dapat ditemukan lebih dini dan segera ditangani.

“Ini juga menjadi target bersama dengan ADINKES, bagaimana kita bisa menemukan lebih banyak kasus melalui screening, sehingga bisa segera dilakukan pengobatan dan pengendalian,” pungkas Dessy.(RE)

error: Content is protected !!