Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Nasional

SMSI kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, perkuat pers berbasis fakta

×

SMSI kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, perkuat pers berbasis fakta

Sebarkan artikel ini

Jakarta, nidianews.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa sebagai upaya memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan desa sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan program tersebut merupakan komitmen SMSI menjadikan desa sebagai bagian strategis pembangunan nasional. Menurut dia, desa harus ditempatkan sebagai garda depan sekaligus etalase negara.

admin-ajax.png

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus dalam pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta.

Pengukuhan melibatkan lima provinsi sebagai proyek percontohan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Firdaus mengatakan program tersebut selanjutnya akan dikonsolidasikan secara serentak di seluruh provinsi.

Kegiatan yang berlangsung di tengah dinamika informasi terkait aksi demonstrasi itu juga dihadiri pengusaha dan penasihat ekonomi Presiden Prabowo Subianto, Hasyim S. Djojohadikusumo. Ia mengapresiasi langkah SMSI dan menilai kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif.

“Saya percaya SMSI. Saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” kata Hasyim yang menjadi keynote speaker dalam dialog nasional tersebut.

Hasyim mengingatkan media agar menyampaikan informasi secara utuh dengan mengedepankan data dan fakta. Ia menilai informasi yang dilepaskan dari konteks dapat mendistorsi kebijakan pemerintah dan membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Firdaus juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah tidak representatif untuk mengakomodasi seluruh konstituen pers. Hasyim merespons positif dan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Selain pengukuhan, kegiatan diisi dialog nasional dengan menghadirkan sejumlah tokoh dan pakar, termasuk Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., serta guru besar PTIK Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, M.C. Acara diikuti sekitar seratus peserta dan undangan.(*)

banner nidia kcl.png