Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Pasar Pagi Pangkalpinang Tak Lagi Muat Pedagang, Saparudin Bongkar Rencana Pasar Baru

×

Pasar Pagi Pangkalpinang Tak Lagi Muat Pedagang, Saparudin Bongkar Rencana Pasar Baru

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Penataan Pasar Pagi Pangkalpinang membuka persoalan yang lebih besar. Bukan hanya soal pedagang yang berjualan di tempat yang tidak semestinya, tetapi kapasitas pasar yang ternyata sudah tak mampu mengejar pertumbuhan jumlah pedagang.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menemukan kondisi tersebut saat melakukan peninjauan langsung ke Pasar Pagi, Sabtu (12/9/2026).

admin-ajax.png

Usai operasi penataan dan pembersihan dilakukan, Saparudin melihat bagian bawah pasar nyaris tak menyisakan ruang. Pedagang memenuhi area jualan, sementara ruang yang seharusnya menjadi pendukung aktivitas pasar juga ikut terdesak.

“Pasar Pagi ini sudah overload. Artinya, ruang berjualan lebih sedikit daripada pedagangnya,” kata Saparudin.

Yang menjadi perhatian, lantai atas justru masih kosong. Hanya terdapat satu-dua pedagang yang memanfaatkannya untuk berjualan.

Pemkot Pangkalpinang kini akan mencoba membalik kondisi tersebut. Pedagang yang menjual barang-barang kering, termasuk bumbu, akan diarahkan naik ke lantai atas.

Namun pemerintah menyadari perpindahan lokasi bisa berdampak terhadap omzet pedagang karena pelanggan belum tentu langsung mengikuti lokasi baru.

Untuk itu, pedagang yang dipindahkan akan diberikan keringanan pembayaran retribusi selama masa transisi.

“Kalau mereka pindah, langganannya belum tahu. Jadi kami berikan keringanan untuk pembayaran retribusi dulu,” ujarnya.

Saparudin menegaskan, persoalan Pasar Pagi tidak mungkin diselesaikan hanya dengan memindahkan pedagang dari lantai bawah ke lantai atas.

Pertumbuhan kawasan kota membuat pemerintah harus mulai memikirkan distribusi pusat perdagangan yang lebih merata.

Karena itu, Pemkot Pangkalpinang tengah menyiapkan rencana pembangunan pasar baru. Salah satu kawasan yang menjadi bidikan adalah Gerunggang. Air Itam juga disebut memiliki potensi karena terdapat lahan yang dinilai strategis.

“Dengan perkembangan kota ini, kita membutuhkan beberapa pasar baru,” tegas Saparudin.

Gerunggang, kata dia, selama ini belum memiliki pasar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat. Kondisi serupa juga menjadi pertimbangan untuk kawasan lainnya.

Rencana tersebut ditargetkan mulai bergerak pada 2027 atau 2028. Pemerintah bahkan telah mengalokasikan anggaran untuk proses pembebasan lahan.

Jika proses pembebasan berjalan sesuai rencana, pembangunan dapat dilakukan secara bertahap.

Pemkot menargetkan lahan pasar baru minimal setengah hektare berikut area parkir. Namun, Saparudin berharap bisa mendapatkan lahan hingga satu hektare dalam satu hamparan.

“Kalau bisa satu hektare. Tapi susah mencari lahan satu hektare satu hamparan yang tempatnya strategis,” katanya.

Persoalan lain masih terlihat di sekitar Pasar Pagi. Meski penggunaan badan jalan sudah mulai ditertibkan, sejumlah pedagang masih menggunakan trotoar.

Pedagang buah menjadi salah satu aktivitas yang sebelumnya menggunakan ruang tersebut.

Saparudin mengatakan penertiban trotoar akan dilakukan pada tahap berikutnya. Pemerintah tetap menginginkan pedagang masuk ke kawasan pasar agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu fungsi fasilitas publik.

Namun, lagi-lagi persoalannya adalah daya tampung.

Jika seluruh pedagang dipaksa masuk sementara pasar sudah overload, pemerintah justru menghadapi persoalan baru.

“Kalau overload begitu, mau bagaimana mau masuk? Di mana mereka?” ujarnya.

Karena itu, penataan pasar akan berjalan bersamaan dengan pembenahan infrastruktur.

Pemkot juga menyiapkan pengaspalan bagian dalam Pasar Pagi yang mengalami kerusakan. Perbaikan serupa direncanakan di Pasar Besar, sedangkan Pasar Pangkalbalam dan Pasar Parit Lalang juga masuk agenda pembenahan.(RE) 

banner nidia kcl.png