Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Jangan Tunggu Warga Mengadu: Saparudin Minta Pejabat Pangkalpinang Turun ke Tengah Masyarakat

×

Jangan Tunggu Warga Mengadu: Saparudin Minta Pejabat Pangkalpinang Turun ke Tengah Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Pemerintah tidak boleh hanya sibuk di balik meja dan menunggu masyarakat datang membawa persoalan. Justru pejabatlah yang harus turun ke tengah warga, mendengar langsung keluhan, lalu bergerak mencari jalan keluarnya.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Saparudin saat mengikuti senam bersama dalam kegiatan Car Free Day di halaman Kantor Kecamatan Gabek, Jumat (11/9/2026).

admin-ajax.png

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-269 Kota Pangkalpinang tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Pangkalpinang.

Bagi Saparudin, senam bersama bukan sekadar aktivitas untuk membuat tubuh sehat. Ada fungsi lain yang jauh lebih penting, yakni membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dengan masyarakat.

Menurut dia, suasana informal di tengah warga justru sering menjadi pintu masuk bagi berbagai persoalan yang tidak muncul dalam forum-forum resmi pemerintahan.

“Hal-hal yang formal di kantor kadang tidak bisa dibicarakan. Tapi dari sini masyarakat bisa bertanya, mengeluhkan persoalan-persoalannya, menyampaikan persoalan kepada camat, lurah, RT maupun RW,” kata Saparudin.

Karena itu, ia meminta ASN dan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang memperbanyak interaksi langsung dengan masyarakat.

Pemerintah, kata Saparudin, tidak boleh menunggu sampai masyarakat datang mengetuk pintu kantor. Pemerintah harus hadir lebih dulu di tengah masyarakat.

“Interaksi itu tidak mesti harus formal di kantor, tetapi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pola tersebut penting agar pemerintah dapat mengetahui persoalan warga secara lebih cepat. Ketika pejabat hadir langsung di lapangan, keluhan masyarakat bisa ditangkap tanpa harus melalui rantai birokrasi yang panjang.

“Ketika pemerintah, ASN maupun pejabat-pejabat di kota ini selalu berinteraksi, mendekat kepada masyarakat, persoalan-persoalan di masyarakat cepat ditangkap, diterima dan bisa langsung dilakukan aksi,” katanya.

Memasuki usia 269 tahun, Saparudin juga mengajak seluruh pihak menjadikan momentum hari jadi Pangkalpinang sebagai bahan evaluasi perjalanan kota sekaligus menentukan arah pembangunan ke depan.

Ia ingin pembangunan tidak berhenti pada pencapaian fisik, tetapi benar-benar membuat masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ulang tahun kota yang ke-269 ini tentu menjadi satu pemikiran, satu refleksi. Kita melihat perjalanan panjang kota ini sampai dengan kondisi sekarang,” katanya.

Saparudin berharap Pangkalpinang ke depan semakin nyaman, sementara tingkat kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar warga dapat diakses secara layak.

Pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang menurutnya tidak boleh luput dari perhatian.

“Harapan kita kota ini semakin nyaman, masyarakatnya semakin sejahtera ekonominya, dan mereka dapat mengakses kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Ia bahkan berharap tidak ada lagi warga Pangkalpinang yang harus berhadapan dengan persoalan mendasar seperti tidak mampu mengakses pendidikan.

“Tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh karena tidak bisa sekolah. Ini harapan-harapan kita ke depan, dan saya kira juga menjadi harapan masyarakat Pangkalpinang,” kata Saparudin.(RE)

.

banner nidia kcl.png