Scroll untuk baca artikel
banner promo atas.png
Example floating
Example floating
1770715584014
Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Ajak Calon Jemaah Haji Perkuat Sabar dan Ikhlas, Tegaskan Efisiensi di Tengah Kenaikan BBM

×

Wali Kota Pangkalpinang Ajak Calon Jemaah Haji Perkuat Sabar dan Ikhlas, Tegaskan Efisiensi di Tengah Kenaikan BBM

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menghadiri acara silaturahmi dan ramah tamah bersama para calon jemaah haji 1447 H/2026 M di Masjid Jami Pangkalpinang, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ini menjadi momentum penting bagi para calon jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual sebelum menunaikan ibadah haji.

admin-ajax.png

Dalam keterangannya, Saparudin menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi para jemaah yang telah mendapat panggilan untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Silaturahmi ini menjadi bekal awal yang baik. Para calon jemaah haji ini adalah orang-orang pilihan yang dipanggil oleh Allah SWT, sehingga harus benar-benar mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ibadah haji harus dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah (lillahi ta’ala). Menurutnya, para jemaah harus memperbanyak kesabaran dan keikhlasan, mengingat berbagai ujian dan tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Berangkat haji itu karena Allah, jadi harus banyak sabar dan ikhlas. Pasti ada ujian selama di sana, jadi harus disiapkan mentalnya,” tambahnya.

Terkait dukungan pemerintah, Saparudin memastikan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menggelar pelepasan resmi jemaah haji pada 30 April 2026 di Masjid Kubah, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Selain membahas persiapan haji, Saparudin juga menanggapi isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada perekonomian masyarakat. Ia mengakui bahwa kenaikan harga BBM akan berimbas pada naiknya harga kebutuhan pokok.

“Kenaikan BBM pasti berdampak ke ekonomi, harga barang akan ikut naik. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk melakukan efisiensi, mendahulukan kebutuhan primer, dan menunda yang sekunder,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kendaraan dinas di lingkungan pemerintah tetap menggunakan BBM non-subsidi, sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga anggaran tetap stabil dengan menerapkan langkah efisiensi.

“Anggaran tetap, tapi kita yang harus lebih efisien dalam penggunaannya,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Saparudin mengajak masyarakat untuk bijak dalam memanfaatkan sumber daya di tengah kondisi global yang turut memengaruhi harga energi.

“Ini bukan hanya terjadi di Pangkalpinang, tapi juga secara nasional bahkan global. Jadi yang penting kita utamakan kebutuhan pokok dan gunakan sumber daya seefisien mungkin,” pungkasnya.(RE)

error: Content is protected !!