Scroll untuk baca artikel
banner promo atas.png
Example floating
Example floating
1770715584014
Bangka

Reses di Kuday, Yus Rizal Akui Aspirasi Warga Belum Terealisasi

×

Reses di Kuday, Yus Rizal Akui Aspirasi Warga Belum Terealisasi

Sebarkan artikel ini

Bangka, nidianews.com — Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Dapil I Kecamatan Sungailiat, Yus Rizal, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Kuday, Minggu (26/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ia menerima berbagai aspirasi masyarakat yang mayoritas menyoroti minimnya realisasi pembangunan di wilayah tersebut.

admin-ajax.png

Menjawab pertanyaan terkait aspirasi warga, Yus Rizal mengakui bahwa usulan masyarakat yang disampaikan melalui reses maupun Musrenbang sebelumnya masih banyak yang belum terealisasi. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi tekanan fiskal yang tengah dihadapi pemerintah daerah.

“Intinya aspirasi masyarakat ini tidak jauh dari usulan Musrenbang tahun sebelumnya. Tapi memang sampai sekarang belum banyak terealisasi karena kondisi keuangan daerah. Bahkan bisa dikatakan untuk pembangunan saat ini hampir nol,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, program pembangunan yang berjalan di tahun 2026 lebih banyak bersumber dari janji politik kepala daerah saat masa pencalonan, bukan dari pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

“Kami di dewan ini belum pernah pokok pikiran kami direalisasikan oleh pihak eksekutif. Jadi ini jadi catatan penting, baik bagi kami maupun pemerintah daerah,” tegasnya.

Dalam reses tersebut, Yus Rizal juga menyinggung kritik langsung dari warga, salah satunya Irwan, yang mempertanyakan kinerja DPRD karena belum terlihat dampak nyata bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan bantuan sosial.

“Ini menjadi teguran keras bagi kami semua, baik legislatif maupun eksekutif. Ke depan, anggaran pembangunan harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyampaikan harapan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2027, sebagaimana disampaikan Bupati dalam sidang LKPJ. Dengan peningkatan tersebut, diharapkan pembangunan dapat lebih merata di setiap kelurahan.

“Semoga ke depan pembangunan bisa berbasis kebutuhan rakyat dan merata, sesuai dengan prinsip demokrasi dan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.

Terkait skala prioritas pembangunan, Yus Rizal menyebut normalisasi talud di kawasan Air Hanyut menjadi fokus utama untuk mencegah banjir. Namun, hingga saat ini, pekerjaan tersebut belum terealisasi.

“Informasi dari Dinas PUPR, prioritasnya normalisasi talud di Air Hanyut. Tapi sejauh ini sepertinya belum dikerjakan. Nanti saya akan kembali konfirmasi ke dinas,” katanya.

Selain itu, persoalan penerangan jalan juga menjadi keluhan warga. Yus Rizal mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran membuat pengadaan lampu jalan mengandalkan bantuan CSR perusahaan.

“Ada bantuan sekitar 39 unit lampu dari CSR perusahaan, tapi untuk Kelurahan Kuday hanya mendapat empat titik. Teknis pemasangannya juga masih belum jelas,” pungkasnya.(RE) 

error: Content is protected !!