Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Politik & Parlemen

Krisis Air Bersih Mengintai Belitung, Edi Nasapta Desak BWS Segera Keruk Embung Batu Mentas

×

Krisis Air Bersih Mengintai Belitung, Edi Nasapta Desak BWS Segera Keruk Embung Batu Mentas

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Ancaman terganggunya pasokan air bersih di Kabupaten Belitung menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta. Ia mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung segera melakukan pengerukan sedimentasi dan normalisasi Embung Batu Mentas yang mengalami pendangkalan.

Desakan tersebut menyusul permohonan penanganan darurat dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Batu Mentas melalui surat tertanggal 16 Oktober 2026. Pendangkalan embung dinilai telah mengurangi kapasitas tampung air baku dan berpotensi mengganggu kontinuitas pelayanan air minum kepada masyarakat.

admin-ajax.png

Surat yang ditandatangani Direktur Perumda Tirta Batu Mentas, Munandar Motong, S.E., itu disampaikan kepada pimpinan DPRD Babel untuk meminta dukungan penanganan kondisi sumber air baku yang dinilai semakin kritis.

Merespons permohonan tersebut, Edi Nasapta meneruskan aspirasi itu melalui surat resmi kepada BWS Bangka Belitung. Ia meminta instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar fungsi embung sebagai sumber air baku dapat dipulihkan.

“Pendangkalan akibat tumpukan sedimentasi harus segera diatasi agar kapasitas tampung kembali optimal dan debit air bersih masyarakat tidak terus menurun,” ujar Edi, Kamis (22/10/2026).

Menurut Edi, pengerukan sedimentasi menjadi salah satu langkah yang perlu diprioritaskan untuk menjaga ketersediaan air baku, terlebih ketika kebutuhan air bersih masyarakat berhadapan dengan potensi dampak musim kemarau.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara DPRD Babel, BWS Bangka Belitung, dan pihak Perumda Tirta Batu Mentas agar penanganan dapat dilakukan secara terarah dan tepat waktu.

Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik embung, tetapi juga menyangkut keberlangsungan layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat. Berkurangnya kapasitas tampung air baku berisiko menyulitkan perusahaan daerah dalam menjaga pasokan air minum kepada pelanggan.

Karena itu, Edi berharap BWS Bangka Belitung segera menindaklanjuti permohonan tersebut dengan menurunkan tim teknis dan merealisasikan pengerukan serta normalisasi Embung Batu Mentas.

Percepatan penanganan diharapkan dapat memulihkan kapasitas tampung sumber air baku dan menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Belitung.(RE) 

banner nidia kcl.png