Example floating
Example floating
Baru.png
banner 3
Advetorial

Festival Pasir Padi 2026 Dongkrak Pariwisata Pangkalpinang, Saparudin Targetkan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

×

Festival Pasir Padi 2026 Dongkrak Pariwisata Pangkalpinang, Saparudin Targetkan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Festival Pasir Padi 2026 resmi dibuka di kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Jumat (19/6/2026). Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menegaskan bahwa kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurut Saparudin, Festival Pasir Padi menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mempromosikan destinasi wisata unggulan sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

admin-ajax.png

“Harapan kami kegiatan Festival Pasir Padi ini memberikan dampak pariwisata bagi Kota Pangkalpinang, khususnya pengunjung Pantai Pasir Padi. Semakin kita tata dan semakin kita rapikan, maka Pantai Pasir Padi akan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di Kota Pangkalpinang,” kata Saparudin saat membuka acara.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Juni 2026, menghadirkan beragam kegiatan seperti tradisi Peh Cun, Color Run, lomba layang-layang, pertunjukan seni budaya, hingga berbagai aktivitas wisata keluarga yang dipusatkan di kawasan Pantai Pasir Padi.

Saparudin menyebut, kehadiran ribuan pengunjung selama festival berlangsung diharapkan dapat memberikan efek berganda bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang kuliner, pelaku UMKM, hingga sektor jasa pariwisata.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini memberikan dampak yang baik dan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Selain mendorong sektor wisata, Festival Pasir Padi 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat Kota Pangkalpinang. Berbagai pertunjukan budaya Melayu, Tionghoa, dan Jawa ditampilkan sebagai simbol keberagaman yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Saparudin menilai keberagaman budaya menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata daerah. Karena itu, tema toleransi budaya yang diangkat pada festival tahun ini dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat Pangkalpinang yang selama ini dikenal harmonis dan menjunjung tinggi nilai kebinekaan.

“Di Kota Pangkalpinang, keberagaman bukan hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membangun daerah, termasuk dalam sektor pariwisata,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Pasir Padi 2026, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, pelaku seni budaya, hingga masyarakat yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Dengan berbagai atraksi yang ditampilkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis Festival Pasir Padi akan semakin memperkuat posisi Pantai Pasir Padi sebagai ikon wisata Bangka Belitung sekaligus menjadi agenda wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.(RE)